Sejarah Organisasi
PROFIL & JEJAK HISTORIS

Tentang MPA. RENJANA BUANA UNUSIA

Mengenal Lebih Dekat Mapala Renjana Buana Unusia, Wadah Pembentuk Generasi Pencinta Alam yang Tangguh, Berkarakter Konservasi, dan Berlandaskan Nilai-Nilai Kemanusiaan

JAKARTA – Di tengah dinamika kehidupan kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) yang sarat dengan aktivitas akademis, hadir sebuah organisasi kemahasiswaan yang mendedikasikan gerakannya pada pelestarian alam dan kemanusiaan. Organisasi tersebut adalah Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Renjana Buana Unusia. Sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang aktif, Renjana Buana bukan sekadar tempat berkumpulnya para perambah hutan, melainkan sebuah kawah candradimuka yang fokus membentuk karakter kader yang disiplin, peka sosial, dan memiliki komitmen tinggi terhadap kelestarian ekosistem bumi.

Secara filosofis, nama "Renjana Buana" memiliki makna mendalam yang mendasari setiap gerak langkah anggotanya. Kata Renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, atau gairah yang mendalam), sementara Buana berarti jagat raya atau bumi. Jika disatukan, Renjana Buana mempresentasikan sebuah ikatan emosional dan komitmen suci berupa cinta kasih yang mendalam dari para anggotanya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan bumi beserta isinya. Nilai spiritual dan kultural ini kemudian diintegrasikan dengan nilai-nilai luhur Unusia yang berlandaskan cita-cita Islam Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, yang menekankan pada aspek Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi semesta alam).

Sebagai organisasi yang bergerak di alam bebas, Mapala Renjana Buana Unusia membagi fokus kegiatannya ke dalam beberapa divisi keahlian khusus yang wajib dikuasai oleh anggotanya. Divisi-divisi tersebut meliputi:

  • Gunung Hutan (Mountaineering): Fokus pada teknik penjelajahan, manajemen perjalanan, dan bertahan hidup di hutan tropis.
  • Navigasi Darat: Keahlian membaca peta fisik, menggunakan kompas, dan menentukan titik koordinat di medan buta.
  • Konservasi Lingkungan: Divisi yang bergerak pada aksi nyata seperti penghijauan, advokasi isu iklim, dan edukasi sampah.
  • Search and Rescue (SAR) & Kemanusiaan: Kesiapsiagaan dalam membantu evakuasi korban bencana alam sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

Siklus kaderisasi di dalam tubuh Renjana Buana Unusia berjalan secara terstruktur dan ketat melalui sistem Masa Penerimaan Anggota (MPA). Proses ini dimulai dari tahapan pembekalan materi dalam kelas (indoor), latihan fisik rutin, hingga ujian aplikasi lapangan di alam liar yang menguji batas kemampuan fisik dan mental calon anggota. Melalui sistem pembinaan yang terukur ini, organisasi memastikan bahwa setiap anggota yang berhak mengenakan syal resmi adalah individu yang matang secara emosional, mandiri, mampu bekerja sama dalam tim di bawah tekanan, serta memiliki loyalitas tanpa batas terhadap organisasi dan lingkungan hidup.

Ke depan, Mapala Renjana Buana Unusia berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kolaborasi, baik dengan sesama pecinta alam, instansi pemerintah, maupun masyarakat adat, guna mengawal isu-isu lingkungan global yang kian kritis. Bagi mahasiswa Unusia yang terpanggil untuk keluar dari zona nyaman, menempa diri di kerasnya alam bebas, dan memberikan kontribusi nyata bagi bumi, organisasi ini membuka pintu selebar-lebarnya setiap tahun. Aktivitas, dokumentasi kegiatan, serta informasi pendaftaran kader baru dapat dipantau secara berkala melalui sekretariat UKM di lingkungan kampus Unusia maupun kanal media sosial resmi organisasi.